Anies Baswedan Kecewa Sofyan Djalil Merespon Surat HGB Melalui Konpers

Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, menanggapi pernyataan Menteri Agraria dan Tata Ruang, yang mana menolak untuk mencabut HGB (Hak Guna Bangunan) pulau reklamasi yang ada di teluk Jakarta. Anies mengatakan bahwa ia kecewa pada Sofyan yang tidak membalas surat resmi yang dikirimkan oleh Pemprov DKI pada pihaknya. Malahan pihak Sofyan melakukan konferensi pers di hadapan media. Anies juga mengaku surat itu ditujukan hanya untuk bisa menjaga tata tertib adminstrasi dan juga adab berkomunikasi secara formal.

Ingin Jaga Adab Baik

“Jadi gini ya, kami hanya ingin menjaga adab. Kami mengirim surat ke BPN, kami nggak konpres, namun kami mendengar BPN justru malah konpres,” ungkap Anies yang ditemui di Balai Kota pada hari Rabu malam (10/1).

Anies menyebutkan bahwa sejak dirinya mengirim surat, pihak Kementerian ATR/BPN belum membalas sama sekali surat yang ia kirim secara formal itu. ia juga mengaku hanya tahu tanggapan Sofyan tersebut malah justru dari media massa. “Padahal kan, kami ingin menjaga adab dalam pemerintahan,” ungkapnya lagi.

Terkait dengan saran Sofyan yang menyuruhnya melakukan proses hukum ke PTUN guna upaya mencabut HGB Pulau Reklamasi, Anies sendiri mengaku bahwa ia akan mempelajaarinya terlebih dulu. “Itu nanti akan saya cek dulu setelah saya baca dulu surat balasannya ya, tapi kan nggak ada surat balasan,” ujarnya.

Lebih lanjut lagi, Anies pun menyebutkan bahwa dirinya Cuma ingin menyelesaikan proses Bandar togel terpercaya dan juga tata tertib dalam hal penyusunan perizinan pembuatan pulau tersebut. maka ia pun berharapa bahwa ada dukungan dari berbagai pihak yang sebelumnya berkaitan dengan izin pembuatan pulau itu. “Begini ya, kami hanya ingin tertib saja. Itu saja kok,” imbuhnya.

Saran Sofyan Bagi Anies

Sebelumnya, Menteri Agraria dan Tata Ruang (AT/BPN) Sofyan Djalil mengaku bahwa ia tak bisa mencabut HGB atas Pulau D Reklamasi yang ada di pesisir utara Jakarta. Ia justru menyarankan Gubernur DKI Jakarta yang baru beberapa bulan menjabat itu untuk menggugat HGB ke PTUN.

Sofyan juga menambahkan bahwa proses pengeluaran HGB saat itu sudah melalui prosedur yang mana sangat sesuia. Bahkan pengembang pulau D, yaitu PT Kapuk Naga Indah juga sudah membayar BPHTB sebesar Rp. 483 milyar pada Pemprov DKI. Selain itu, imbuhnya lebih detail, HGB atas Pulau D adalah permintaan dari Pemprov DKI yang sebelum era kepemimpinan Anies-Sandi.

DKI Siapkan Dana Pengembang

Sementara itu, wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, mengatakan siap untuk mengganti uang pengembangan pulau reklamasi yang mana terkena dampak pencabutan HGB pada tiga pulau reklamasi yang ada di Jakarta Utara. Ia mengatakan, “Kalau memang harus dibayar, tentu saja kami siap” ungkapnya pada hari Rabu kemarin (10/1) di Balai Kota, Jakarta.

Anies sendiri sudah melayangkan permohinan pencabutan danatau tidak menerbitkan HGB pada tiga buah pulau reklamasi pada Sofyan Djalil pada tanggal 29 Desember 2017 lalu. sandi menyebutkan bahwa upaya pencabutan HGB tersebut sebagai bentuk dari keseriusan dan juga menepati janji yang mereka utarakan saat kampanye untuk bisa menghentikan proyek reklamasi yang ada di Teluk Jakarta.

“Ini lah bukti bahwa kami serius (untuk menghentikan reklamasi). Negara tak boleh kalah oleh para pengembang,” ujar Sandi. Anies yang sudah melayangkan permohonan pencabutan HGB sudah menyebutkan untuk pulau C,D, dan juga G.

Sekilas Tentang Film Indonesia Di Tahun 2018

Seperti yang kita ketahui di tahun lalu film-film horror bak merajai layar bioskop dan walaupun menyeramkan serta membuat jantung berdebar-debar toh film dengan tema hantu,mahkluk astral, dan aktivitas supranatural ini tak pernah sepi penonton. Larisnya film-film horror ini juga dibuktikan dari perolehan jumlah penonton, seperti Pengabdi Setan besutan sutradara kawakan Joko Anwar yang berhasil meraih hingga lebih dari 4.5 juta orang.

 

Apalagi film horror sekarang ini digarap dengan lebih professional karena tuntutan penonton yang terbiasa menyaksikan film-film berkualitas dari Hollywood. Hal ini tentu membanggakan karena film horror Indonesia tak lagi merupakan film berjudul aneh atau yang menampilkan wanita-wanita cantik dengan busana minim. Nah, bila di tahun 2017 lalu film-film bergenre horror masih mendominasi perfilman tanah air, lantas bagaimana dengan di tahun 2018 ini?

 

Film Indonesia di tahun 2018

Sepertinya di tahun 2018 kondisinya akan mirip karena banyak produser result hk yang berminat menggarap film bergenre sera mini. Film Danur misalnya, yang berhasil menarik minat hingga 2 juta penonton. Saat ini film yang diproduksi oleh MD Entertainment tersebut tengah dalam penggarapan untuk sekuelnya. Sementara film horror yang siap tayang di tahun ini adalah Arumi yang dibintangi oleh Ardina Rasti serta disutradarai oleh Nayato Fio Nuala. Selain itu ada pula film Bayi Tumbal produksi MD Picture yang siap membuat jantung Anda deg-degan.

 

Selain film horror, di tahun ini perfilman tanah air juga akan banyak menayangkan kisah percintaan, seperti Dilan 1990. Film yang diangkat dari novel karya Pidiq Baiq ini memang cukup ditunggu-tunggu karena penggemar novelnya pun sangat banyak. Dibintangi oleh Vanesha Prescilla serta mantan anggota Cowboy Junior, Iqbaal Ramadhan, film ini siap tayang pada 25 januari 2018.

 

Selain Dilan 1990, London Love Story 3 yang dibintangi oleh Dimas Anggara dan Michelle Ziudith ini juga akan meramaikan bioskop tanah air pada 1 February 2018. Berikutnya ada film Eiffel I’m in Love 2, yang meraih kesuksesan saat dirilis di tahun 2003. Hampir sama seperti film remaja legendaries Ada Apa Dengan Cinta, film ini juga menanti hingga lebih dari 1 dekade untuk diketahui akhir kisahnya.

 

Pada sekuel film-nya Samuel Rizal dan Shandy Aulia tetap didapuk sebagai tokoh utama sama dengan film pertamanya dahulu. Film  yang disutradarai oleh Rizal Mantovani ini akan tayang pada tanggal 14 February untuk memeriahkan nuansa romantis hari Valentine. Jangan lewatkan penayangannya bila Anda penasaran dengan akhir cerita Tita dan Adit setelah pertemuan mereka di Menara Eiffel.

 

Untuk genre komedi di tahun ini diwakili oleh film Benyamin Biang Kerok yang diprediksi ditayangkan pada bulan maret 2018. Actor watak Reza Rahadian didapuk untuk memerankan tokoh comedian, seniman serba bisa, sekaligus aktor, Benyamin. S pada film ini. Disutradarai oleh Hanung Bramantyo, film ini diharapkan dapat memenuhi keinginan pecinta Benyamin untuk menyaksikan kembali kekonyolan sekaligus kepolosan beliau pada film tersebut.

 

Terakhir, yang paling ditunggu-tunggu adalah film superhero pertama di Indonesia, yaitu Wiro Sableng 212, yang diadaptasi dari novel silat legendaries Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 karya Almarhum Bastian Tito. Film ini juga merupakan kali pertama film tanah air yang digarap oleh 20th Century Fox untuk kawasan Asia Tenggara. Wiro Sableng 212 dibintangi oleh Vino G. Bastian, yang juga putra kandung penulis novel Bastian Tito bersama deretan actor dan aktris populer tanah air. Film ini akan tayang di penghujung tahun 2018