Rumor Gempa Dahsyat – Tsunami Banten 57 Meter Bikin Gempar

Dalam beberapa waktu terakhir ini, masyarakat Indonesia dibuat resah mengenai isu musibah dahsyat yang akan datang. Adalah ahli dari BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi)yang memprediksi bakal ada potensi gelombang tsunami setinggi 57 meter di Pandeglang, Banten. Tak main-main tsunami mengerikan itu muncul setelah gempa megathrust dengan kekuatan besar mencapai 8,8 SR sampai 9 SR mengguncang bagian selatan Jawa Barat dan selat Sunda.

 

Kendati tidak ada penjelasan pasti mengenai pihak BPPT, isu yang mendadak viral di media sosial itu cukup membuat warganet heboh. Kabar isu gempa ini sebetulnya bukanlah perkara baru. Karena sejak Februari hingga awal Maret lalu, isu gempa megathrust dengan kekuatan 8,7 SR disebut-sebut bakal segera mengguncang ibukota Jakarta, seperti dilansir CNN Indonesia.

 

Saat itu Rudy Suhendar selaku Kepala Badan Geologi Kementrian ESDM menyebutkan bahwa dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, ada empat gempa bumi dengan kekuatan besar yang dirasakan hingga ke Jakarta. Gempa-gempa bandar togel online itu adalah di Indramayu (9 Agustus 2007), dua kali di Tasikmalaya (2 September 2009 dan 15 Desember 2016) serta yang terbaru gempa di Lebak pada 23 Januari 2018.

 

Bukan hanya di Jawa saja, Rudy kala itu menyebut kalau potensi gempa Indonesia juga berlaku di sepanjang jalur megathrust yakni bermula di Sumatera, Jawa, Bali, Sumbawa dan berakhir di Papua. Menurut Rudy, potensi besaran dampak gempa memang bisa diperhitungkan, tetapi hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu memprediksi kapan dan berapa besar gempa bumi secara tepat.

 

BNPB Minta Masyarakat Tenang

 

Rumor ramalan gempa dan tsunami dahsyat itu akhirnya sampai juga di telinga pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB yakni Sutopo Purwo Nugroho pun sampai angkat bicara. Melalui akun Twitter pribadinya, Sutopo berharap agar masyarakat bersikap tenang, jangan panik dan tidak perlu jadi berlebihan.

 

“Dalam sejarah terbentuknya kepualauan Indonesia, gempa dan tsunami pernah terjadi karena bergeraknya lempeng tektonik. Wilayah Indonesia memang rawan gempa. Benar memang ada potensi gempa megathrust di Jawa bagian selatan dan selat Sunda. Tapi tinggi tsunami sampai 57 meter itu adalah modeling tsunami yang memakai skenario terbutuk berdasarkan teori. Sementara waktu kejadiannya tak bisa diprediksi pasti,” ungkap Sutopo.

 

Sementara itu Jaya Murjaya selaku Kepala Pusat Seismologi Teknik Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG menyebut kalau berdasarkan Peta Sumber Gempa Nasional 2017, ada tiga lokasi potensi munculnya gempa megathrust..

 

Pulau Jawa Berpotensi Dihantam Gempa Megathrust

 

Dalam keterangannya kepada Tirto, Jaya menjelaskan kalau gempa megathrust disebut demikian karena memang muncul pada zona megathrust. Zona megathrust adalah zona tumbukan antara lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Jika anda tak tahu, lempeng pada bumi dibagi jadi dua yakni lempeng samudera dan lempeng benua. Dibandingkan lempeng samudera, lempeng benua lebih tipis sehingga saat saling bertumbukan, lempeng samudera bisa masuk ke dalam lempeng benua sehingga munculah guncangan gempa besar.

Sementara pada zona megathrust di pulau Jawa, lempeng samudera bisa masuk ke lempeng benua yang ada di bawah tanah Jawa. Kebetulan pula jika perairan selat Sunda, perbatasan selatan Jawa Barat-Jawa Tengah dan segmen Jawa Timur-Bali adalah lokasi kekosongan gempa berdasarkan data 1900-2013. Dan zona kosong gempa itu menyimpan potensi gempa besar karena energi dari gesekan dua lempeng masih tertimbun.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *